Selamat malam sobat kicau mania, gimana kabarnya hari ini? semoga sehat selalu dan terus semangat memberikan perawatan terbaik untuk burung kicau kesayangan yang dimilik. Tahukah sobat kicau mania, bahwasannya burung cucak ijo tergolong dalam burung kicau yang saat ini sedang naik daun, dan semakin banyak penggemarnya.

Tidak sedikit dari sobat kicau mania yang memelihara cucak ijo sebagai opsi burung favorit, selain karena sebagian besar berwarna hijau segar dan kicauannya yang merdu, juga cucak ijo termasuk burung kicau petarung yang memiliki mental yang bagus, sehingga tak sedikit pula perlombaan burung kicau di setiap daerah yang memasukkan cucak ijo dalam daftar lomba.

Sebenarnya cucak ijo tidak hanya bagus sebagai burung peliharaan di rumah saja, ataupun sebagai burung lomba, tetapi ternyata banyak penangkar cucak ijo yang berpendapat bahwa cucak ijo prospek ke depannya cukup bagus, sehingga sangat tepat untuk diternak atau dibudidayakan.



Cucak ijo termasuk cukup sulit dalam masalah pemeliharaan serta harganya yang terbilang cukup mahal, tetapi itu tidak masalah bagi para pecinta cucak ijo yang menggemari keunikan yang dimiliki cucak ijo, apalagi semakin banyaknya peminat cucak ijo di pasaran, maka tentunya akan sangat menguntungkan bila ditangkar dan dijual.

Bagi sobat pecinta cucak ijo yang memang pada dasarnya sudah hobi merawat cucak ijo, maka tentu sangat tepat bila hobi tersebut dilanjutkan untuk bisnis, karena tentu hal ini akan menjadi aset yang berharga untuk ke depannya bagi sobat sekalian. Namun, tentu dalam beternak cucak ijo diperlukan kesabaran yang lebih ekstra serta ketelatenan dan ketekunan dalam merawatnya, mulai dari pemberian pakan, perjodohan, dan lain sebagainya.

Bagi sobat yang berminat untuk ternak cucak ijo, maka berikut kami sajikan untuk anda mengenai tips beternak burung cucak ijo:

1. Tips Memilih Indukan Cucak Ijo Yang Tepat
Pertama kalinya anda harus mencari dan memilih indukan cucak ijo yang bagus dan berkualitas karena indukan cucak ijo yang bagus tentu nantinya akan mampu menghasilkan keturunan atau anakan yang bagus pula. Adapun beberapa tips memilih cucak ijo indukan yang berkualitas bisa anda simak berikut:

Indukan cucak ijo jantan usianya sekitar 2 tahun, sedangkan yang betinya usia sekitar 1 tahun.
Syarat utama adalah cucak ijo harus sehat dan berstamina, jangan pilih cucak ijo yang penyakitan.
Untuk cucak ijo jantan, sebaiknya pilihlah yang rajin gacor.
Tidak ada tanda-tanda kecacatan pada fisik cucak ijo.
Badan cucak ijo harus besar dan seimbang.
Pilihlah jenis cucak ijo sesuai minat anda (lihat:  jenis cucak ijo ).

2. Tips Penjodohan Cucak Ijo
Pada proses penjodohan ini biasanya cukup sulit, apalagi bagi sobat yang masih pemula, maka tentu harus tahu tips-tipsnya. Adapun beberapa tips yang bagus untuk proses penjodohan cucak ijo bisa anda lihat berikut:

Masing-masing cucak ijo jantan dan betina, taruh di dalam sangkar yang berbeda.
Kemudian dekatkan antar kandang, jangan campur terlebih dahulu.
Tunggu hingga terjadi reaksi kedua cucak ijo tersebut, bila sudah terlihat akur dan cocok maka selanjutnya bisa anda campur jadi satu dalam sangkar.
Untuk mengetahui cocok atau tidaknya bisa ditandai dengan cucak ijo jantan yang terus berkicau, dan yang betinya meresponnya. Adapun tanda bila tidak cocok adalah salah satunya cuek dan menjauh atau tidak mau merespon salah satu kicauan.

3. Tips Seputar Kandang Cucak Ijo
Sebaiknya cucak ijo taruh di dalam kandang yang agak luas, sehingga lebih nyaman untuk tempat tinggal mereka. Adapun beberapa tips seputar kandang untuk cucak ijo bisa anda simak infonya berikut ini:

Sebaiknya tinggi kandang sekitar 2.5 meter, sedangkan untuk ukuran lebarnya sekitar 3 meter.
Tambahkan pohon kecil dalam kandang, sehingga membuat kandang lebih rindang. Adapun jenis pohon yang bisa menjadi opsi untuk dimasukkan dalam kandang diantaranya adalah phon mangga, sawo, belimbing, dan lain-lain.
Dalam kandang harus tersedia tempat pakan dan minum.
Berikan juga tangkringan.
Tidak lupa juga keramba untuk mandi.
Adapun sarang bisa anda berikan serabut yang tepat, bisa serabut kelapa, daun-daun kering, dan lain sebagainya.

4. Tips Memberikan Pakan Harian Yang Baik Untuk Cucak Ijo
Pakan merupakan kebutuhan pokok yang paling penting untuk cucak ijo, dengan memberikan pakan yang berkualitas maka tentu akan membuat cucak ijo menjadi sehat selalu, merasa senang, bahkan bisa membuatnya semakin gacor. Adapun jenis pakan yang bisa diberikan ada bermacam-macam, diantaranya adalah voer, serangga, cacing, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain sebagainya. Yang penting kebutuhan gizi cucak ijo terpenuhi dengan adanya pakan yang mengandung gizi tinggi seperi: protein, karbohidrat, vitamin, lemak, kalsium, mineral, dan lain sebagainya.

5. Tips Perawatan Pada Masa Pengeraman
Pada masa pengeraman ini sebaiknya taruh cucak ijo pada lingkungan yang kondisional, maksunya ialah lingkungan yang tenang dan nyaman, jauh dari ganguan binatang, dan lalu lalang kendaraan maupun manusia. Umumnya proses pengeraman ini paling lama sekitar 2 minggu, dan dalam kondisi ini jangan berikan pakan EF yang bisa membuatnya lebih agresif, sehingga tidak bagus untuk hasilnya. Disarankan ketika 2 hari setelah telur menetas, maka berikan kroto buat indukan untuk meloloh anakannya. Kroto mengandung protein yang tinggi dan tentunya bagus untuk anakan cucak ijo yang masih kecil.

6. Tips Perawatan Pada Saat Indukan Sudah Waktunya Meloloh Anakannya
Bila usia anakan sudah mencapa sekitar 5 sampai 10 hari, maka boleh untuk diambil atau disapih dan diloloh oleh sang pemilik atau anda sendiri. Bila usia sudah mencapai 15 hari ke atas, maka sudah bisa juga diberikan pakan berupa jangkrik, ini tentu untuk mendukung anakan agar cepat tumbuh dewasa dan lebih terjaga kesehatannya.

7. Tips Managemen Untuk Indukan Cucak Ijo
Bila usia anakan sudah mencapai 10 hari, maka bisa diambil semua dan biarkan cucak ijo indukan kembali kawin dan bertelur lagi. Dan pada masa kawain sebaiknya juga berikan EF untuk meningkatkan birahinya, sehingga masa perkawinan bisa lebih sukses.

Itulah beberapa tips seputar beternak burung cucak ijo  yang dapat kami bagikan kepada sobat kicau mania yang berencana untuk membudidayakan cucak ijo sebagai ladang untuk mencari keuntungan, semoga dengan adanya tips-tips diatas dapat menjadikan sobat lebih tahu dan bersemangat untuk beternak cucak ijo.

Referensi :

https://id.wikipedia.org

http://www.budidayakenari.com/2015/06/ternak-cucak-ijo.html?m=1
Burung pleci mulai ramai digemari di indonesia khususnya pada tahun 90an dan makin popular pada tahun 2012 dengan banyaknya peternak dan lomba kicauan pleci di seluruh penjuru indonesia.

Selain karena harga yang relatif terjangkau, burung pleci juga mudah didapatkan di lingkungan terdekat kita bagi anda yang dulu sering memperhatikan burung koloni yang bergerombol dari pohonan satu kepohonan lain walaupun pada tahun belakangan ini kita sudah jarang melihat hal tersebut karena pemburuan massal.

Bicara soal ternak pleci, ternyata burung ini juga memiliki tingkat kesulitan dalam tahap penangkaran. Kebanyakan gagalnya peternak pemula saat menangkar adalah ketika menghadapi karakter pleci yang buruk seperti mengacak-acak sangkar, sulit berjodoh antara jantan dan betinanya lalu satu lagi masalah yang suka muncul adalah pleci rentan mati.

Kebiasaan mengacak-acak sangkar kemungkinan dilakukan pleci ketika mereka merasa terganggu seperti saat kita mencoba mengintip keberadaan mereka di sarang, tetapi hal tersebut biasanya dilakukan pasangan pleci karena belom terbiasa dengan kehadiran manusia dan mereka bisa merubah kebiasaan itu ketika mereka merasa manusia bukan penggangu.

Apapun masalah yang terjadi sebenarnya ada 4 faktor paling penting untuk membuat penangkar pleci sukses beternak burung pleci, hal penting tersebut akan kita kupas semuanya sebagai pedoman anda pada saat beterak pleci.

4 Cara Dasar Sukses Beternak Burung Pleci

Berikut 4 faktor sukses ternak burung pleci kacamata

1. Kebutuhan pakan

Saat memasuki fase beternak, pleci membutuhkan nutrisi lengkap yang bersumber dari pakan, kenapa? karena pakan akan meningkatkan fungsi dari proses reproduksi burung pleci, ya jika dari fetilitas pleci sudah subur dari dalam maka akan lebih mudah untuk penangkar memasuki proses ternak sampai proses penetasan.

Seperti kita sudah tau semua pakan utama dari burung pleci adalah voer, jangkrik, kroto, buah-buahan. Pilihlah voer dengan kualitas terbaik, rekomendasi saya pilih voer yang lembut karena biasanya memiliki protein yang tinggi.

Jangkrik dan kroto juga adalah sumber protein hewani yang bagus untuk burung saat beternak, tetapi kebanyakan memakan pakan mengandung protein juga tidak baik untuk kesehatan burung oleh karena itu fungsi buah-buahan seperti pisang kepok akan menetralisir hal itu.


2. Kandang ternak dan sarang

Kandang yang digunakan berukuran hampir sama seperti kenari yaitu biasanya memiliki panjang 45cm x lebar 35cm x tinggi 40cm. Tempatkan kandang jauh dari binatang yang memiliki suara bising seperti lovebird dan binatang pemangsa seperti kucing biarkan pasangan pleci memiliki tempat yang eksklusif untuk kawin.

Jika perlu saat musim kemarau dan suhu menjadi terlalu panas sediakan kipas angin kecil dan tempatkan dengan jarak yang tidak terlalu dekat dengan kandang atau jika suhu terlalu lembab berikan mereka sinar UV.

Gunakan kandang soliter untuk pasangan pleci yang sudah berjodoh ini akan membuat mereka dengan pleci lainya walaupun sebenarnya pleci pun bisa dipasangkan menggunakan kandang koloni dimana pleci dapat mencari jodoh sendiri.

Desain kandang semirip mungkin dengan alam liar misalnya menaruh ranting dan dedaunan agar pleci merasa seperti di habitat aslinya.

Selanjutnya yang diperlukan ada dikandang adalah sangkar tempat pleci menempatkan telur dan mengeram telurnya, wadahnya dapat anda beli ditoko burung atau dapat dibuat sendiri dari kawat. Isi sarang yang biasa digunakan adalah serabut kelapa, serat nanas, kapas dan masih banyak lagi.


3. Penjodohan

Proses awal penjodohan pleci adalah dengan memastikan pleci yang dimasukan kandang soliter adalah pleci jantan dan betina, bagaimana mengetahui jenis kelamin pleci? baca di  cara jitu membedakan jenis kelamin pleci , lalu pastikan juga umur sang betina berumur 1 tahun atau lebih dan jantan berumur 2 tahun.

Setelah kita mengetahui jenis kelamin pleci baru lah kita masuk ke fase penjodohan, ada dua cara menjodohkan pleci yaitu dengan cara menempelkan sangkar pleci jantan dan betina dengan jarak dekat dan yang kedua adalah memasukan beberapa pleci jantan dan betina di satu kandang koloni.

Metode menempelkan kandang pleci jantan dan betina secara berdempetan umumnya dilakukan selama 1 minggu dengan cara memantau mereka siang dan malam, dongkrak birahi mereka dengan jangkrik hal ini akan semakin terlihat apakah pleci tersebut jodoh atau tidak.

Beberapa faktor penjodohan yang bisa diperhatikan adalah jika jantan merayu betina dengan gaya kicauanya lalu sang betina terlihat mengibas-ngibas sayap mereka ini membuktikan bahwa mereka siap kawin, tapi tunggu dulu pastikan juga saat malam mereka tidur berdekatan dengan kandang terpisah setelah itu anda dapat memasukan mereka berdua jantan dan betina di kandang soliter.


4. Pemilihan indukan

Terakhir adalah faktor pemilihan indukan, dimana penangkar pasti menginginkan pleci yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Pilih indukan betina yang memiliki karakter yang bagus misalnya indukan betina semi jinak hal ini dilakukan agar indukan betina tidak mudah stress saat masa betelur dan pengeraman. ( baca:  cara menjinakan pleci giras  )

Pilih jantan yang sudah buka paruh agar keturunanya juga dapat memiliki keunggulan seperti itu juga dan dapat lebih mudah diprospek untuk lomba saat mereka dewasa nanti.

Sekian sudah artikel tentang cara beternak pleci semoga artikel ini dapat membantu penagkar pemula yang sedang merintis bisnis menangkar pleci mereka.
Bagi Anda yang tertarik dengan ternak burung khususnya  cara ternak cucak ijo , kami akan mengulas caranya dalam artikel ini. Cara yang akan kami sajikan ini terbilang mudah karena dibuat dalam bentuk langkah awal hingga akhir secara runut.

Step by step kami tulis sehingga cocok untuk Anda yang baru memulai  usaha rumahan  ternak cucak ijo yang menguntungkan ini. Burung berkicau yang memiliki bulu indah ini memang selalu menarik untuk dilihat dan dikembangbiakkan. Anda bisa langsung mencoba caranya dalam paparan artikel kami ini. Simak.

Ternak burung cucak ijo bisa dilakukan dengan sangat mudah asalkan ada komitmen dan mau telaten menjalaninya, berikut step yang bisa Anda ikuti.

[caption id="attachment_30310" align="aligncenter" width="622"]Langkah Mudah dan Cara Ternak Cucak Ijo Photo Credits: mediaronggolawe.com[/caption]

Memilih induk
Langkah awal yang bisa Anda tempuh adalah dengan memilih induk untuk dikembangbiakkan. Induk jantan dan betina harus dipilih sesuai kriteria di bawah ini;

 

Pertama, induk betinaUsia induk betina harus di atas 1 tahun

  • Lincah

  • Sehat dan tidak memiliki cacat secara fisik

  • Badannya panjang dan besar serasi dengan induk jantan

  • Diambil dari jenis terbaik


Kedua, induk jantanInduk jantan memiliki usia lebih dari 2 tahun

  • Berkicau

  • Lincah

  • Sehat serta tidak memiliki cacat secara fisik

  • Badannya serasi dengan badan dari cucak ijo yang betina


Diambil dari jenis terbaik (silakan Anda pilih)

Perjodohan burung cucak ijo

Setelah Anda mendapatkan kedua induk tersebut, kini tiba saatnya Anda menjodohkan mereka sebelum mengawinkan mereka. Cara menjodohkan burung cucak ijo ini hampir sama dengan perjodohan dalam  cara ternak kacer . Langkah berikut akan membantu proses perjodohan dalam cara ternak cucak ijo atau cucak hijau ini;

  • Tempatkan induk burung cucak ijo dalam sangkar masing-masing

  • Letakkan cucak ijo yang sudah ada di dalam sangkar ke dalam kandang yang lebih besar

  • Untuk beberapa waktu dekatkan sangkar keduanya

  • Perhatikan apa yang terjadi kemudian

  • Jika burung jantan terlihat berkicau terus menerus, berarti ada ketertarikan dari induk jantan cucak ijo kepada induk betina.

  • Sementara itu, jika induk betina juga tertarik alias merespons. Dia akan turun dari tangkringannya dan menggelepar2.

  • Jika induk betina terlihat cuek, maka bisa dibilang induk betina kurang suka alias tidak ada respons.


Teknik dan proses perjodohan ini bisa dilakukan selama 1 hingga 2 minggu. Atau bahkan lebih dari itu, karena keduanya menunggu birahi masing-masing.

Membuat kandang

  • Ukuran kandang untuk cucak ijo bisa Anda buat sesuai kebutuhan, yang pasti di dalam kandang tersebut harus ada;

  • Tempat mandi dan tempat makan serta minum

  • Tangkringan

  • Pepohonan rindang perlu di dalam kandang, dll.

  • Buat sarang dari daun pinus atau merang atau yang lainnya.


Makanan dan minuman

  • Agar berhasil, cara ternak cucak ijo ini harus dilakukan dengan menyediakan pakan dan minuman terbaik;

  • Cacing

  • Serangga

  • Voor

  • Buah-buahan

  • Multivitamin dalam air yang diminum


Pengeraman

Masa mengeram dari cucak ijo adalah sekitar 14 hari atau 2 minggu. Tergantung dari kondisi lingkungan dan induk yang mengeraminya.

 
Pakan untuk anak cucak ijo

Jangan lupa sediakan makan juga bagi anak cucak ijo atau cucak hijau. Sebaiknya, lakukan ini saat anak berusia 5 hingga 10 hari. Pilih saja waktu yang tepat.

Itulah langkah dan cara ternak cucak ijo yang bisa dilakukan secara mudah di rumah. Selamat mencoba.

 

Referensi :

http://www.artikel.web.id/agribisnis/langkah-mudah-dan-cara-ternak-cucak-ijo.html
Burung Pleci, Burung mungil berwarna hijau mempunyai kacamata putih ini sekarang sedang naik daun.  Burung pleci  yang semula hanya seharga 5.000 di ombyokan, sekarang sudah sampai di harga 50.000 rupiah.

Keistimewaan burung pleci ini adalah mempunyai suara tembakan khas yang rapat dan tajam. Karena sekarang sudah banyak orang yang memburu pleci, alangkah baiknya burung pleci tersebut di budidayakan agar tidak punah habitatnya.

Cara mudah untuk ternak burung pleci adalah menggunakan sangkar gantung. Beternak pleci sebenarnya mudah seperti beternak kenari. Akan tetapi perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini agar sukses dalam ternak burung pleci.

Cara Ternak Pleci Untuk Pemula di Sangkar GantungPastikan indukan pleci yang sudah cukup umur, jika jantan pilihlah yang sudah ngalas ngerol dan betina pilih yang sudah cukup matang.

Penjodohan, letakan burung pleci jantan dan betina di beda sangkar, lalu dekatkan sangkar tersebut dan amati selama 1 minggu, jika berjodoh mereka akan berdekatan saat tidur.

Untuk membuktikanya anda bisa memisahkan jarak sangkar agak jauh, jika burung pleci mengeluarkan nada panggilan atau call dan saling bersautan maka penjodohan sudah siap.

Kemudian masukkan kedua burung pleci kedalan satu sangkar yang agak besar, dan siapkan sarang buatan di alamnya.

Pengeraman, dalam proses ini akan cepat terjadi ika birahi burung berada di puncaknya, dengan begitu sekitar 2 minggu akan masuk ke masa bertelur dan 12 hari telur akan menetas.

Pakan, Pemberian pakan yang konsisten dan baik banyak gizinya juga sangat perpengaruh penting, pelci sangat suka dengan jinis pakan seperti Kroto, jangkrik yang di potong-potong kecil,ulat hongkong, pisang kepok.

Perawatan, saat proses berlangsung anda tinggal memisakan pejantan saat burung betina bertelur, sementara di pagi hari bisa anda satukan lagi, hal ini berguna untuk mencegah burung betina enggan mengerami telurnya, pintar-pintar mengatur waktu maka burung betia akan tetap mengerami telurnya dengan baik.

Dalam proses ternak burung pleci ini adalah kesabaran, ketelatenan, dan doa. jika ingin hasil yang baik jangan mudah menyerah dan terus berusaha, selamat mencoba.

Referensi :

http://suaraburung.net/cara-ternak-pleci-untuk-pemula-di-sangkar-gantung.html
Beberapa peternak mengatakan bahwa, hampir semua burung kicau bisa diternak dengan mudah. Namun, sebaliknya, beberapa orang mengatakan bahwa, setiap orang memiliki passion dan bakat sehingga ada yang bisa dan ada yang tidak bisa berternak burung-burung kicau.

Namun, secara umum, apabila anda memiliki keinginan, keuletan dan sedikit bakat, tentunya anda pun bisa berternak Burung Pleci dan mengembangbiakannya.

Ternak pleci bisa dibilang susah-susah gampang, tinggal seberapa keras usaha yang harus dilakukan oleh sang penangkar. Pleci merupakan burung kicau yang unik, baik dari segi postur maupun suara kicauannya.

Harga burung pleci bisa dibilang cukup terjangkau, selain itu juga ada berbagai macam jenis pleci yang patut anda ketahui. Adapun dalam beternak, maka ada beberapa hal penting yang harus disediakan dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai beternak, terutama untuk burung Pleci.

A. Mempersiapkan Kandang

Ini adalah jenis burung kecil yang tidak membutuhkan kandang dalam ukuran besar. Sehingga, apabila anda hanya akan berternak beberapa pasang Burung Pleci, sebaiknya menggunakan kandang dengan tipe aviary saja.

Kandang dengan tipe aviary selain hemat tempat, gampang perawatannya dan tidak membutuhkan banyak biaya.

Namun jika anda memiliki tempat yang luas atau lahan yang cukup untuk membuat kandang tipe solitair yang bisa digunakan untuk menampung banyak burung dengan konsep alami, anda bisa membangun kandang solitaire. Namun perlu anda ketahui juga bahwa kandang dengan metode solitaire tidak terlalu cocok untuk berternak. Metode kandang soliter hanya cocok untuk menangkar burung saja.

Di dalam kandang anda harus mempersiapkan tempat minum dan tempat makan. Dan jangan lupa menempatkan sarang yang akan digunakan untuk reproduksi.

Sarang tersebut bisa berupa sarang buatan atau sarang yang dibeli dari toko burung. Ukuran sarang sebaiknya tidak terlalu besar. Tempatkan sedemikian rupa, misalnya menggantung atau ditempatkan di pojok bagian belakang kandang agar tidak terganggu saat pergantian makan, minum, pembersihan, dll.

Cara Ternak Burung Pleci Bagi Pemula

B. Mempersiapkan Induk Pleci

Setelah anda mempersiapkan kandang burung, selanjutnya adalah pemilihan induk burung yang berkualitas. Karena, kita berharap bahwa anak atau keturunannya akan memiliki kualitas yang baik sehingga bisa diandalkan untuk dijadikan sebagai calon burung kicau juara atau jawara di dalam lomba.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi saat memilih induk berkualitas diantaranya adalah,

  1. Induk jantan dan betina sebaiknya berasal dari spesies yang sama atau sub spesies yang sama. Hal ini untuk memudahkan kita dalam menjodohkannya (baca juga:  ciri pleci jantan dan betina ).

  2. Pilihlah induk jantan dan betina yang tidak cacat, baik itu bulunya, maupun cacat secara fisik.

  3. Induk jantan sebaiknya sudah berbunyi. Sudah membuka paruh akan lebih baik.

  4. Usia burung untuk jantan minimal 1 tahun dan betina minimal 1.5 tahun.


Apabila anda memilih induk betina, pastikan burung tersebut jinak atau tidak liar, bagus kondisi fisik maupun psikologinya. Artinya, burung tersebut tidak stres sehingga proses reproduksi akan berjalan dengan lancar.

C. Penjodohan

Setelah anda mempersiapkan kandang, mempersiapkan induk burung baik jantan maupun betina, selanjutnya adalah proses penjodohan.

Untuk menjodohkan burung, anda bisa membaca beberapa artikel metode menjodohkan burung karena caranya kurang lebih sama.

D. Pakan

Selama proses penjodohan, anda harus memperhatikan makanan yang anda berikan kepada burung tersebut. Karena, makanan adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kualitas keturunan atau anak burung nantinya. Beberapa makanan berikut ini harus anda berikan diantaranya adalah:
1. Voer dengan kualitas yang baik.
2. Jangkrik
3. Ulat hongkong
4. Ulat kandang
5. Kroto, atau
6. Cacing Tanah, semua bisa menjadi makanan extra yang akan meningkatkan kualitas telur maupun anak.
Jangan lupa juga untuk memberikan berbagai jenis buah-buahan sebagai sumber vitamin. Misalnya, buah pisang, buah pir, buah pepaya atau buah apel. Berikan maksimal 2 kali dalam seminggu.

E. Setelah Burung Bertelur

Setelah terjadi perkawinan, burung betina akan bertelur kurang lebih dalam waktu 2 minggu kedepan. Setelah burung bertelur, perhatikan sifat burung dan jangan sering mengganggu burung agar tidak enggan untuk mengerami telurnya.

Apabila induk burung tidak mengerami telurnya, maka hal tersebut bisa mengindikasikan adanya masalah. Selamatkan telur dan gunakan metode inkubator saja.
Jika berjalan lancar, burung betina akan mengalami telur tersebut hingga menetas.

F. Merawat Anak Burung

Perawatan anak burung bisa diserahkan langsung pada induk burung. Setelah 10 hari anda bisa memanen-nya.

Saat meloloh anak burung, anda bisa menggunakan voer yang sudah dicampur dengan air hangat agar lebih lembut dan bisa dicerna. Selain itu, anda juga bisa memanfaatkan serangga seperti jangkrik atau yang lainnya kemudian dicincang dan dipotong-potong terlebih dahulu agar lebih mudah dimakan oleh anak burung.

Meloloh anak burung menggunakan serangga akan lebih mudah dan lebih aman karena tidak menyebabkan anak burung belepotan yang kerap mengundang berbagai jamur dan bakteri.

Cukup sekian dulu kami akhiri pembahasan mengenai ternak pleci, semoga artikel ini benar-benar bisa menambah informasi buat sobat semua. Simak juga artikel tentang burung lain yang telah kami bahas sebelumnya, yakni dengan judul  tips perawatan agar kacer jawara .
Bagi anda para penggemar burung khusus nya burung anis merah, saya akan berbagi info tentang Cara Beternak Burung Anis Merah yang baik dan benar karena tidak sedikit yang mengalami kegagalan dalam beternak anis merah ini yang di sebabkan minim nya pengalaman atau pengetahuan, dan kebanyakan hal yang mengalami kegagalan itu di alami oleh para pemula, tapi jangan khawatir disini saya akan kasih ilmu nya agar agan berhasil dan sukses menernakan burung anis merah.

Beternak anis merah ini bisa menjadi peluang usaha yang terbilang lumayan karena sampai saat ini peminat burung anis merah ini makin bertambah banyak sekali sehingga banyak orang yang mulai membuka usaha beternak anis merah ini dan buat agan yang para pemula yang ingin mengikuti orang-orang yang telah  sukses dalam beternak anis merah dan tidak tahu cara nya jangan khawatir tinggal baca semua artikel ini sampai tuntas dan saya akan bongkar semua ilmu nya.

Ada beberapa hal atau langkah yang wajib di perhatikan sebelum kita memulai beternak anis merah ini diantaranya yaitu :

Cara Beternak Burung Anis Merah Siapkan dua ekor burung anis merah siap kawin yaitu jantan dan betina tentu nya, usia yang di perlukan untuk anis merah jantan sekitar 1 sampai 2 tahun, dan untuk betina nya minimal 1 tahun dan tanda” anis merah yang siap kawin yaitu kelihatan akan berbunyi semakin keras sambil mengejar betina nya untuk burung jantan yang di pertemukan dengan betina, sedangkan untuk betina nya akan bersiul dan mengepakan sayap nya kebawah;
Selanjut nya siapkan kandang atau sangkar yang akan di gunakan untuk beternak anis merah, dan itu bisa di buatkan dari kayu atau apalah yang bisa di gunakan  untuk anis merah bertelur dengan nyaman dan aman dan jangan lupa untuk di beri sekat dan posisi nya harus di tempat yang sepi agar saat mengerami nya tidak terganggu;
Selama pembuatan sangkar di sarankan kedua burung anis merah di gandeng atau di simpan selalu berdekatan setiap hari sebagai  tujuan perkenalan sampai mereka berjodoh;
Selama itu juga jangan lupa untuk memberi  nya makanan yang dapat mengundang birahi kedua anis merah tersebut seperti jangkrik dan cacing dan untuk lebih cepat mengundang birahi nya agan bisa memberi nya lebih dari hari-hari biasa dan umum nya untuk menambah birahi burung biasa nya jangkrik di berikan lebih dari 20 ekor perhari nya;
Setelah agam beres membuatkan nya kandang atau sangkar, kedua burung jangan langsung di masukan  kedalam sangkar, atau kalaupun di masukan, masukan terlebih dulu yang betina nya dengan tujuan agar si burung betina anis merah dapat beradaptasi dan merasakan nyaman nya tinggal di tempat itu tapi selama betina berada di tempat penangkaran, burung anis merah jantan nya di simpan berdekatan tujuan nya yaitu tadi agar tetap berjodoh;
Selanjut nya jangan lupa perhatikan terus tingkah laku kedua burung tersebut apakah sudah membirahi atau belum jika salah satu nya belum membirahi jangan di satukan dulu karena akan menyebabkan perkelahian dan jika hal itu terjadi di khawatirkan burung akan stres dan memperlama waktu perkawinan;
Setelah kedua nya membirahi barulah si jantan di masukan ke tempat penangkaran dan jangan lupa juga untuk terus memberi nya makanan yang bernutrisi dan bervitamin agar kedua burung kesehatan nya dapat terjaga.


Nah seperti itulah  cara beternak burung anis merah yang baik dan benar, memang jika di perhatikan cara ternak burung anis merah ini seperti nya sama saja dengan beternak burung-burung lain, jadi inti nya hanyalah perawat yang ektra yang perlu di perhatikan  dan di tingkatkan dalam beternak burung ini, selamat mencoba dan salam sukses selalu.

Referensi:

http://hewan.co/cara-beternak-burung-anis-merah.html
Banyak keluhan dari penghobi burung, khususnya kenari, mengenai burung sakit yang diawali dengan adanya tanda guratan merah di kaki, khususnya pada betis dan buku-buku jari kaki.

Hal itu merupakan pertanda terjadinya infeksi yang harus segera ditangani agar tidak menjalar dan menyebabkan kondisi sakit kronis atau bahkan kematian pada burung.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang sering terjadi pada Burung Kenari, diantaranya :

1. GANGGUAN PERNAPASAN

Penyakit gangguan pernapasan sering menyerang burung kenari, baik jantan maupun betina. Penyebab penyakit pernapasan adalah adanya infeksi sekunder pada saluran pernapasan oleh E. coli dan virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum yang lebih terkenal dengan nama CRD (Chronic Respiratory Desease).

Jika sudah kronis, penyakit ini sangat sukar disembuhkan dan biasanya lama kelamaan burung kenari yang terinfeksi penyakit ini akan mati. Penyakit pernapasan bersifat menular. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung antara kenari yang terinfeksi dari kenari yang sehat.

Misalnya, indukan yang terinfeksi penyakit dan menyuapi anaknya, maka anak-anak burung yang disuapi akan tertular oleh penyakit tersebut. Penularan penyakit pernapasan juga dapat terjadi melalui keturunan. Anakan kenari yang berasal dan indukan yang sudah terkena penyakit akan mewarisi penyakit yang dimiliki oleh induknya tersebut.

Penularan penyakit pernapasan dapat juga terjadi melalui makanan, minuman, lingkungan kandang yang kurang bersih, dan makanan/minuman yang tercemar kotoran burung yang terinfeksi penyakit.

Gejala-gejala penyakit pernapasan yang tampak adalah burung sering bersin-bersin, pada malam hari yang cuacanya dingin pernapasannya ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan aktivitas atau gerak burung menurun.

Tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi penyakit pernapasan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. :

  • Burung kenari yang terinfeksi penyakit pernapasan segera diisolasi di kandang tersendiri dan diobati agar tidak menular kepada burung-burung kenari yang lain.

  • Sangkar, tempat makan, dan tempat minum selalu dikontrol dan semua kotoran yang terdapat di dalam sangkar ataupun di dalam wadah makanan/minuman selalu dibersihkan.

  • Makanan yang akan diberikan dicuci bersih dan dikeringkan untuk menghilangkan kemungkinan adanya residu pestisida pertanian yang membahayakan kesehatan burung.

  • Minuman yang kotor segera diganti dengan air yang bersih, segar, sehat, dan tidak mengandung bahan-bahan beracun yang membahayakan kesehatan burung. Air untuk minum direbus terlebih dahulu hingga mendidih untuk membunuh semua jenis bibit penyakit yang terdapat di dalamnya.


Seputar penyakit kenari dan cara mengatasinya

2. BERAK KAPUR

Penyakit berak kapur banyak menyerang beberapa jenis unggas. Penyakit ini dikenal juga dengan nama penyakit Salmonellosis atau Pullorum.

Penyebab penyakit ini adalah Salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernakan. Penyakit berak kapur bersifat menular. Tanda-tanda atau gejala serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur, nafsu makan menurun, pada stadium tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran.

Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus. Tanda lain burung kenari yang terserang penyakit berak kapur adalah muka pucat, bulu tidak teratur, sayap menggantung, dan burung tidak bergairah.

Pencegahan terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap han sangkar dibersihkan dan segala kotoran, termasuk kotoran burung kenari itu sendiri. Gunakan desinfektan atau bioseptik untuk mencuci sangkar.

Setiap dua hari sekali, tempat pakan dan tempat minum dibersihkan. Sisa-sisa makanan dibersihkan dibuang agar tidak berjamur dan diganti dengan makanan yang baru. Demikian juga, air minum harus selalu diganti dengan air baru yang sudah direbus (matang), bersih, dan sehat (tidak mengandung bahan-bahan beracun yang berbahaya).

Jika burung sudah terinfeksi penyakit berak kapur, burung tersebut harus segera dipisahkan dari burung-burung yang lain agar tidak menular. Burung yang sudah terinfeksi penyakit berak kapur diberi obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Penggunaan obat antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika kita tidak tahu secara pasti justru berakibat fatal.

3. SNOT atau CORYZA

Penyakit snot atau coryza disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul benjolan berwama merah di sekitar hidung, mata, dan telinga.

Cara penularannya melalui perantaraan burung lain, udara, debu, makanan, dan minuman. Penularan penyakit ini juga dapat malalui keturunan. Tanda-tanda serangan penyakit snot atau coryza yang dapat dilihat adalah muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin-bersin, sesak napas, dan nafsu makan turun. Jika tidak ditangani secara serius, lama kelamaan burung yang terserang penyakit ini akan mati.

Pencegahan terhadap serangan penyakit snot atau coryza dapat dilakukan dengan cara menjauhkan burung kenari yang terserang penyakit dan kelompok burung yang lain agar tidak menular.

Di samping itu, sangkar tempat makan, dan minum harus selalu dibersihkan dan segala kotoran. Burung kenari yang terlanjur terserang penyakit snot atau coryza harus segera diberi obat yang sesuai.

 

4. BUBUL

Penyakit bubul (bumble foot) adalah jenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung. Penyebab penyakit bubul adalah bakteri Staphylo coccus.

Bakteri ini menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki. Faktor utama yang menyebabkan timbulnya penyakit bubul adalah kebersihan sangkar, khususnya tempat bertengger.

Tanda-tanda serangan penyakit bubul yang dapat dilihat adalah kaki membengkak, kuku memanjang, sisik kaki melebar atau merenggang. Jika serangan penyakit bubul ini dibiarkan, maka lama kelamaan infeksi penyakit tersebut akan melebar dan bertambah besar.

Pencegahan terhadap serangan penyakit bubul dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar dan tempat bertengger burung.

 

5. CACINGAN

Cacingan adalah jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan hati. Penyebab cacingan adalah cacing, yakni cacing tambang, cacing gilig, cacing pita, dan cacing hati.

Tanda-tanda serangan penyakit cacingan yang dapat dilihat adalah burung kurang bergairah, lemah, nafsu makan berkurang, bulu tidak teratur, kotoran berbentuk cair, dan berat badan burung menurun.

Faktor utama yang menyebabkan munculnya penyakit cacingan adalah kondisi sangkar dan tempat makan/minum yang kotor. Pencegahan terhadap serangan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar, tempat pakan, dan tempat minum.

Oleh karena itu, sangkar, tempat pakan, dan tempat minum harus selalu dikontrol dan dibersihkan dari segala macam kotoran agar tidak menjadi sarang cacing.

 

6. MENCRET

Penyakit mencret yang sering menyerang burung kenari ada dua macam, mencret yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencernaan dan mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan.

Tanda-tanda penyakit mencret yang disebabkan oleh bakteri adalah kotoran berbentuk cair, berwama keruh, berbau busuk, aktivitas (gerak) burung menurun, dan burung tidak memiliki nafsu makan.

Sedangkan tanda-tanda mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan adalah kotoran berbentuk cair, berwama bening dan terdapat sedikit gumpalan, tidak begitu berbau busuk, nafsu makan masih tinggi, dan aktivitas burung masih cukup tinggi.

Sayuran yang kotor (tidak dicuci) dan masih mengandung residu obat pembasmi serangga (pestisida) dapat meyebabkan keracunan bagi burung.

Penyakit mencret yang disebabkan oleh bakteri bersifat menular, sedangkan penyakit mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan tidak menular. Penularan dapat melalui tempat makan, minuman, maupun kotoran burung yang menderita penyakit tersebut.Oleh karena itu, burung yang terserang penyakit mencret harus segera dikarantina agar tidak menular pada burung-burung yang lain.

 

7. KUTU BURUNG

Burung kenari juga sering diserang oleh kutu burung sehingga proses produksi dan penetasan telur yang dierami terganggu. Kutu burung yang menyerang kenari jantan akan mengakibatkan suara menjadi berkurang.

Burung kenari yang terserang kutu burung menunjukkan tanda-tanda gelisah, sering menggigit-gigit bulu (Jw. didis), frekuensi suara berkurang, jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu yang bergerak di antara bulu.

Jika tidak segera diobati, burung kenari yang terserang kutu burung lama kelamaan berat badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun, dan akhirnya mati.

Penyebab utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau, dan burung jarang mandi. Pencegahan terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, menyediakan air yang cukup untuk mandi, dan burung sering dijemur.

 

8. VIRUS BURUNG

Beberapa waktu yang lalu muncul beberapa kasus terjadinya kelumpuhan anggota badan dan menurunnya daya tahan tubuh yang menurut para medis salah satu penyebabnya adalah flu burung.

Kebetulan, orang yang terserang flu burung tersebut memelihara burung kenari. Dengan demikian, banyak orang beranggapan bahwa burung kenari merupakan pembawa virus flu burung yang membahayakan. Mungkin saja hal itu benar, namun menurut penulis kurang tepat.

Sebab, virus yang menyebabkan flu burung dapat menyerang semua orang melalui perantaraan apa saja termasuk ayam, bebek, kucing,  anjing,  dan segala jenis burung, dan segala jenis hewan berbulu yang dipelihara orang. Berikut mi disajikan cuplikan beberapa artikel yang berhasil direkam penulis.

Beberapa waktu lalu, kira-kira pertengahan tahun 1997, masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya, dihebohkan dengan munculnya sejenis penyakit flu yang disebabkan oleh virus.

Sementara orang beranggapan bahwa virus penyebab penyakit flu tersebut dibawa oleh burung. Penyakit flu yang hebat ini lebih dikenal dengan sebutan Flu Hongkong karena awal munculnya penyakit flu ini dari Hongkong. Serangan penyakit flu ini menelan banyak korban jiwa.

Pada kasus yang sama, tahun 1968, flu Hongkong telah membunuh kurang lebih 700.000 jiwa tanpa ada obat yang dapat menyembuhkannya. Sekarang, virus pembawa maut tersebut tampaknya muncul lagi.

Menurut tim peneliti tentang virus dan Australia, virus yang membawa maut bagi manusia ataupun hewan ini sesungguhnya merupakan plasma pembawa sifat yang dibungkus mantel berupa protein sialidase dan hemaglutinin.

Pada saat memasuki tubuh manusia dan berada di dalam sel, virus tersebut segera memperbanyak diri dan membentuk jutaan partikel yang disebut virion. Virion-virion inilah yang menyebarkan infeksi dan memasuki sel-sel di sekitarnya sehingga orang yang terserang virus ini merasakan sakit kepala, batuk-batuk, ngilu pada persendian, dan kondisi serta daya tahan tubuh penderita makin lemah.

Jika penderita penyakit flu ini tidak segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai, maka daya tahan tubuhnya akan semakin lemah dan menurun.

Penyebaran virus penyebab penyakit flu i, menurut ahli medis, dapat melalui perantaraan unggas, yakni segala jenis ayam, bebek, burung, serta beberapa hewan berbulu yang dipelihara orang (misalnya, kucing, anjing, kera/monyet).

Jenis unggas termasuk yang memiliki kontribusi paling besar terhadap penyebaran virus tersebut. Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, beberapa paramedis menganjurkan sebagai berikut. :

  • Upayakan kondisi lingkungan sangkar atau kandang hewan piaraan (termasuk sangkar/kandang burung) selalu dalam keadaan bersih. Jika perlu, sangkar atau kandang hewan piaraan secara periodik dilakukan cuci hama (desinfektan).

  • Upayakan tubuh mendapat pasokan protein tinggi dan berbagai sumber makanan, misalnya daging, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan untuk menolong tubuh membangun sistem kekebalan sebagai penangkal serangan virus.

  • Jaga temperatur tubuh agar tetap stabil, tidak kepanasan ataupun kedinginan baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan.

  • Pastikan ruangan-ruangan rumah memiliki ventilasi yang cukup dan mendapat aliran udara segar.

  • Makanan dan minuman harus dalam kondisi matang dan bersih, karena virus tidak dapat bertahan pada suhu yang tinggi.

  • Basuhlah selalu kedua tangan setelah memegang binatang piaraan, baik unggas (termasuk burung) maupun jenis hewan piaraan lainnya.


Referensi :

https://www.facebook.com/notes/komunitas-penggemar-burung-kicau-bogor/seputar-penyakit-kenari-dan-cara-mengatasinya/254912607864929/

 
Burung  murai batu memiliki habitat asli di wilayah benua asia meliputi Thailand, Malaysia dan Indonesia. Burung ini memiliki ciri yaitu berwana hitam pada bulu bagian atas serta bagian bawah berwana orange. Keunikan burung ini yaitu dilihat dari gaya kicaunya yang indah sambil memainkan lentik ekor yang menawan.

Burung murai batu ini sangat digemari oleh para penghobi burung. Jenis murai batu yang paling banyak dicari  yang asalnya dari hutan Sumatra (dengan sebutan murai medan, lampung hingga murai aceh) untuk jenis murai dari wilayah Kalimantan kurang diminati dan harga jualnya masih relatif dibawah ketimbang jenis murai yang berasal dari Sumatra.

Beternak murai batu akhir-akhir ini menjadi salah satu bisnis yang cukup populer digeluti para para penghobi burung. Harganya terus meroket tajam, akibat semakin berkurangnya populasi di alam bebas, membuat banyak kalangan mencoba ternak burung ini.

Cara beternak murai batu susah-susah mudah. Jika Anda ingin mencobanya maka ada 4 syarat yang harus anda penuhi yaitu; ketrampilan, keuletan, ketelitian dan kesabaran. Jika Anda tidak lolos 4 syarat tersebut kami sarankan agar anda lebih baik mencoba usaha lainya saja. Hehehehe…

Bedasarkan pengalaman para peternak murai batu, cara beternak murai batu ada banyak tahapannya, yang harus diperhatikan dalam melakoni usaha ternak ini, supaya berhasil tentunya. Apalagi bagi Anda seorang pemula yang ingin mencobanya.

Sebenarnya kesulitan dalam beternak murai batu dapat diatasi,Hal ini kenapa? Karena buktinya banyak juga kok peternak yang berhasil menjalankan ternak murai. Jadi wajar saja pada saat ada orang yang mengatakan beternak murai itu sulit dan ada juga yang bilang mudah.

Keberhasilan usaha ternak burung murai batu, tidak lepas dari pengetahuan Anda sendiri dalam melakoni usaha tersebut.  Pemahaman dan wawasan harus Anda miliki, supaya usaha ternak yang anda jalankan dapat berjalan sesuai harapan. Pada kesempatan ini kami mencoba berbagi pengalaman dari para peternak tetang bagaimana cara beternak murai batu.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan bagi seorang peternak sebelum memulai usaha  burung murai batu, Tips-tips dalam beternak murai  sebagai berikut :

1. Persiapan Lokasi

Menentukan lokasi kandang adalah hal pertama yang perlu Anda perhatikan. Karena tempat yang nyaman memudahkan burung beradaptasi dan terhindar dari resiko stress. Syarat-syarat lokasi yang baik untuk beternak murai meliputi:

  • Pemilihan lokasi kandang yang tenang dan nyaman.

  • Jangan memilih tempat seperti dekat dengan pabrik, bengkel, atau pun terlalu bising dengan lalu lalang kendraan bermotor.

  • Lokasi yang ideal sebaiknya juga harus aman dari ganguan binatang liar maupun pencuri,
    Sebaiknya lokasi kandang yaitu berada didekat rumah baik dihalaman samping, depan atau pun belakang, serta bisa juga menyewa tempat untuk pembuatan kandang ternak murai.

  • Usahakan di tempat untuk penangkaran tidak ada burung lain yang dapat menggagu dan bahkan membuat burungmejadi marah dan tidak mau bereproduksi.


[caption id="attachment_30320" align="aligncenter" width="643"]Cara Beternak Murai Batu Secara Sederhana Photo Credits : OmKicau[/caption]

2. Pembuatan Kandang Ternak Murai batu

Untuk mendesain serta mendekorasi kandang anda bisa melakukanya sesuai dengan keinginan anda, akan tetapi ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang dalam beternak murai.

Langkah pertama bentuk kandang sesuai dengan lokasi yang telah anda siapkan sebelumnya, dengan ukuran minimal P 90 L 90 T 180 cm, ataupun dapat disesuaikan dengan keinginan anda.

Bentuk kandang yang baik yaitu memiliki dasar langsung dengan tanah atau bisa juga dengan pasir yang sedikit dicampur dengan kapur, berfungsi untuk mengontrol keasaman kotoran yang dapat menyebabkan kandang menjadi lembab yang menimbulkan banyak penyakit.

Kandang  harus disekat dibuat dengan tembok, triplek atau penyekat lainya, agar suhu didalam kandang tetap terjaga dan terhindar dari ganguan tikus maupun burung lainya.

Dalam pembuatan kandang untuk ternak murai harus diberikan ruang terbuka untuk kandang memperoleh penyinaran sinar matahari yang tutup dengan strimin, karena penyinaran sangat baik untuk mejaga kesehatan burung.

Upayakan kandang terlindung dari hembusan angin yang kencang, karena hal ini akan menjaga kenyamanan burung menjadi tidak mudah kaget.

Kandang yang baik sebaiknya diberikan sirkulasi air untuk minum burung, selain itu dengan andanya aliran air dapat membuat burung menjadi semakin nyaman seperti di alam bebas.

Sediakan sarang untuk tempat bertelur burung. Sarang yang disediakan upayakan jangan hanya satu macam namun sebaiknya sediakan 2-3 model. Sehingga burung bisa memilih sarang mana yang cocok untuk burung tersebut.

Untuk menjaga suhu pada saat musim hujan, didalam kandang disediakan lampu ukuran 5-10 watt yang berfungsi juga sebagai penerangan dimalam hari.

3. Penyipan Induk Murai Batu

Memilih induk murai batu yang baik tidak harus yang harganya mahal, namun melatih pengalaman beternak murai perlu dilakukan secara bertahap tidak perlu memikirkan harus memiliki induk yang trah juara.

Biarkan pengalaman beternak murai membuat anda semakin paham bagaimana pola dan cara yang tepat. Setelah itu barulah anda mulai bergeser sedikit demi sedikit kekualitas burung murai.

Cara-cara memilih induk murai batu sebagai berikut ini:

a. Indukan Pejantan

Pilih burung murai yang sudah jinak atau tidak takut dengan kehadiran manusia, karena burung yang  jinak akan lebih mudah untuk menangkarnya, tidak seperti burung murai batu tangkapan hutan yang masih harus adaptasi selain itu juga tingkat setress burung cukup tinggi sehingga agak sulit untuk dijadikan indukan.

Untuk memilih induk disarankan diambil dari peternak atau hasil penangkaran hal ini akan memudahkan anda mengawali usaha beternak murai.

Pilih pejantan dengan umur lebih dari 2 tahun biasanya dengan usia tersebut burung sudah lebih matang untuk bereproduksi.

Pejantan yang baik, tidak memiliki cacat fisik baik pada kaki, sayap, kepala, mata ataupun pada bagian lainya.
Pilih pejantan yang dalam keadaan sehat, memiliki napsu makan kuat, bergerak lincah, bulu tidak kusam. Karena burung yang sehat juga akan semakin mudah untuk diternakan.

b. Indukan Betina

Burung induk betina memiliki usia yang usianya sudah siap untuk betina gunakan betina usia lebih dari 1 tahun, pada betina yang pertama kali bertelur kadang telur tidak menatas hal itu wajar karena itu merupakan telur pertama kali.

Pilih betina yang sehat pula, lincah bergerak dan napsu makanya banyak. jangan pilih burung yang memilki badan kurus, itu menandakan burung kurang sehat, sangat rawan kematian jadi wajib anda hindari.

Untuk induk betina yang baik sama dengan pejantan yaitu pilih yang jinak tidak takut dengan manusia yang diperoleh dari hasil penangkaran. Pada betina yang jinak biasanya proses pengeraman telur bisa berjalan dengan baik, karena burung tidak mudah kaget akibat kedatangan anda saat memberi pakan.

Kadang ada yang menyarankan pilih betina dengan warna yang keabu-abuan itu juga bagus, namun sebenernya hal tersebut bukan menjadi faktor utama dalam memilih betina yang berkualitas.

Dan yang terakhir pastinya jangan memilih induk betina yang cacat fisik, baik pada sayap, kepala maupun pada kakinya.

4. Pemberin pakan burung

Cara beternak burung murai batu yang baik, maka Anda harus memperhatikan pakan alami pada burung murai, yang berupa serangga seperti jangkrik, cacing, ulat hongkong UH serta telur semut rangrang (kroto). Saat burung sudah dimasukan kandang ternak pakan alami sebaiknya selalu tersedia lebih dari 2-3 jenis makanan.

Kandugan pakan yang berkualitas yaitu pakan alami dimana burung murai ini juga membutuhkan kandungan vitamin, karbihidrat, protein, mineral yang tersedia dari pakan yang diberikan sehingga merangsang hormon birahi baik pejantan maupun betina.

Pemberian tambahan pakan seperti voer juga harus disediakan agar menjaga burung tetap tesedia pakan, karena pada saat pakan seperti serangga tidak kehabisan di kios pakan burung, murai batu tetap bisa diberikan makanan pokok yaitu voer.

5. Pemeliharaan Anakan Murai Batu

Pemeliharaan anakan burung murai saat burung masih kecil sangat diperlukan, ada beberapa perlakuan dalam beternak burung murai agar anakan terhindar dari kematian.

Berikut langkah-langkah perawatan anakan murai batu meliputi :

Langkah pertama dalam beternak murai setelah burung menetas yaitu mencermati prilaku induk murai, jika induk bisa menjaga dan memberikan pakan dengan baik, maka yang perlu kita lakukan adalah menambahkan pakan serangga (extra fooding) brupa jangkrik dan kroto agar anakan juga terpenuhi gizi yang dibutuhkan.

Tahap kedua yaitu pada saat prilaku induk yang menyimpang, karena kadang ada pula induk yang tidak suka terhadap anaknya kadang bisa jadi induk pejantan/betina membuang anaknya dari sangkar. Maka langkah yang kita lakukan adalah mengambil anakan tersebut dan merawatnya sendiri.

Dalam perawatan anakan yang baru berumur sekitar 5-7 hari yang di ambil dari sangkar, maka kita memerlukan  tempat yang hangat, seperti kardus atau sangkar incubator untuk menjaga suhu udara karena anakan sangat rentan dengan suhu udara luar.

Berikan pakan alami berupa kroto/jangkrik yang dicampur dengan voer halus. Berikan pakan sehari minimal 3-5 kali sesuai dengan kondisi burung masih lapar atau tidak. Hal ini kita lakukan karena kita menjadi bebysister bagi burung jadi harus senantiasa menjaga kebutuhan pakan dan gizi burung.

Langkah pemeliharaan anakan ini bisa juga sebagai alternatif agar induk bisa cepat produksi kembali. Karena karakter induk murai yang mudah birahi untuk bereproduksi. Bisanya dalam waktu 1-2 minggu anakan murai diambil induk bisa mulai menata sangkar kembali untuk bertelur.

Perawatan anakan dilakukan hingga burung bisa makan sendiri, bergeser dari voer basah ke voer kering, setelah itu burung bisa dimasukan sendiri-sendiri.

Cara Beternak murai batu sepertinya mudah, namun ketekunan dan kesabaran harus benar-benar Anda miliki. Karena keberhasilan itu tidaklah instan, namun butuh proses. Jadi saat burung yang anda ternak belum produksi dalam kurun waktu 5-6 bulan itu wajar, tidak ada peternak yang tiba-tiba berhasil semuanya berawal dari ketekunan dalam usaha. Selamat mencoba….

Referensi :

http://www.infoagribisnis.com/2014/09/cara-beternak-murai-batu/
Langkah untuk ternak burung kacer – Bukan hanya perihal baru lagi untuk beberapa peternak burung. dibawah ini yaitu langkah ternak burung kacer, adapun tentang yang perlu diperhatikan di dalam ternak burung kacer adalah sebagai berikut :

1. Kandang ternak

Yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan kandang ternak adalah ukuran panjang 90 cm lebar 90 cm dan tinggi 180 cm, mengapa ukurannya 90x90x180 ? karena ukuran tersebut cocokkan dengan lebar strimin, masing-masing pembelian strimin mempunyai lebar standar 90 cm.

Untuk rangka kandang adalah dari kayu balo, penggunaan kayu ini mengingat cii-ciri kayu yang keras, mudah mudahan tahan pada serangan rayap dan cuaca dan harga nya relatif lebih murah dari pada kayu jati.
persyaratan yang ideal untuk suatu hal langkah ternak burung kacer yaitu :
a. Tumbuh-tumbuhan
b. Kolam/ bisa disiasati dengan cawan dari tanah liat / atau kaleng roti yang diisi air
c. Area makan dan minum
d. Pangkringan
e. Glodok sarang
f. Tulang sotong

 

Tips Beternak Kacer di Rumah

2. Indukan burung

Mutu indukan kacer mempunyai efek pada mutu anakannya, oleh dikarenakan itu, indukan kacer baiknya dipilih yang mempunyai mutu bagus yang cirinya kurang lebih sebagai berikut :

- Tidak cacat dengan fisik

- Bentuk badan yang besar dan panjang

- Gerakkan gesit, enerjik, dan sorot mata tajam

- Telah memasuki periode birahi ( lebih kurang di atas 10 bln. )

- Rajin berkicau

Catatan :
a. indukan jantan bisa datang dari tangkapan muda rimba yang sudah berumur semakin lebih 10 bulan
b. indukan betina diusahakan melacak indukan betina yang sudah jinak, biasanya indukan betina yang sudah jinak datang dari burung hasil penangkaran juga yang berumur kurang lebih 1 th. ke atas.

3. Penjodohan
Masukkan calon indukan jantan ke di dalam kandang penangkaran, lalu masukkan calon indukan betina kedalam sangkar harian lalu tempel terus sangkar harian tersebut ke kandang penangkaran atau masukkan sangkar harian tersebut ke di dalam kandang penangkaran, lalu dilihat hingga ke-2 calon indukan tampak akur, di dalam tentang ini si jantan bisa berkicau terus menerus dan ditanggapi oleh si betina yang hinggap di dasaran sangkar sambil ngleper-ngleper. bila sudah ada tanda sinyal layaknya tentang tersebut baru si betina lepas ke kandang penangkaran.

4. Periode bertelur
Setelah indukan dikombinasi tidak beberapa lama si betina bisa bertelur, biasanya burung kacer bertelur 2-3 butir, jangan sampai lupa selalu siapkan tulang sotong selama sistem penjodohan karena tulang sotong sangat membantu di dalam sistem pembuatan cangkang telur supaya kuat.

5. Pengeraman
Periode pengeraman pada burung kacer biasanya berkisar selama 14 hari sejak telur pertama keluar.

6. Periode penetasan

Setelah burung kacer mengerami telurnya selama 14 hari, lantas telur bisa menetas. perhatian : untuk tahu apakah telur burung kacer sudah menetas atau belum sebaiknya dengan tengok situasi lingkungan kandang kurang lebih adakah sisa cangkang telur yang dibuang atau tidak, sebaiknya untuk untuk jaga-jaga setelah umur pengeraman 10 hari masing-masing pagi mengeceknya, andai kata sudah ada sisa cangkang yang dibikin segera berikanlah makanan tambahan berupa kroto fresh dan jangkrik.

7. Meloloh

Pada waktu meloloh, cukup berikanlah makanan hidup ( jangkrik, belalang, ulat, kroto ) masing-masing pagi, siang waktu 10 dan waktu 2 dan sore hari. s/d si anak keluar dari glodok dan dapat makan sendiri.
biasanya anakan umur 3 minggu sudah bisa keluar glodok, umur 4 minggu anakan sudah studi makan dengan langkah turut mematuk-matuk jangkrik yang diperoleh dari induknya, tetapi agar bisa makan sendiri umur 5 minggu. anakan kacer umur 3 minggu sudah mulai keluar sarang

8. Mensapih anak

Mensapih anak waktu, si anak sudah dapat makan sendiri atau waktu si indukan sudah mulai mematuki anak waktu anak mendekat, itu tandanya si indukan sudah dapat bertelur lagi.
setelah tentang tersebut, segera si anak disapih di dalam kurungan tersendiri. untuk membiasakan si anak makan voor, masing-masing pagi dan sore diberi kroto yang dikombinasi dengan voor halus. untuk burung hasil penangkaran sangat mudah sekali membiasakan dengan voor.
Refrensi:

http://www.ocehankenari.blogspot.co.id/2012/12/tips-beternak-kacer-di-rumah.html?m=1
Burung Kacer  adalah satu dari sekian burung kicau yang banyak digemari. Baik itu karena suaranya maupun karena bentuk body dan warna bulunya yang terlihat menarik. Kacer juga memiliki tingkah yang unik saat berkicau sehingga magnetnya kian kuat menarik para penggila burung . Oleh karenanya, tak sedikit yang berusaha untuk ternak Kacer saat ini.

Sebagai salah satu burung petarung yang sulit untuk dijinakkan, berternak Burung Kacer membutuhkan kesabaran dan keuletan serta sedikit bakat. Walau demikian, tidak sedikit juga para breeder (peternak) yang kemudian sukses berternak burung ini baik untuk dijual maupun untuk menciptakan jagoan-jagoan yang akan di ikutkan ke dalam lomba

Berikut adalah beberapa tips singkat mengenai  cara penangkaran Kacer  bagi Anda yang berminat untuk berternak atau membudidayakan burung ini.

A. Mempersiapkan Kandang
Mempersiapkan kandang sebenarnya sangat fleksibel sekali dimana kita bisa memilih antara menggunakan metode sangkar gantung atau menggunakan kandang yang berukuran besar dan profesional.

Jika Anda memilih menggunakan sangkar gantung, perhatikan beberapa hal berikut ini.

Kandang setidaknya berukuran 50 x 50 x 50 cm, bisa terbuat dari apa saja.
Burung bisa dijemur untuk merangsang birahinya.
Di dalam sangkar, setidaknya disediakan sarang untuk bertelur, atau Anda juga bisa menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sarang

Keuntungan Menggunakan Metode Sangkar Gantung
Keuntungan yang paling kita rasakan saat menggunakan metode ini adalah hemat tempat, lebih praktis dan tidak repot tentunya.

Hasilnya pun tidak kalah dengan metode kandang karena metode ini juga bisa memberikan keturunan yang sama baiknya dengan metode penangkaran. Bahkan, beberapa breeder mengatakan bahwa, kebanyakan anak dari Kacer yang di kembangbiakan dengan metode sangkar memiliki hasil yang jempolan.

Kandang Metode Penangkaran
Cara Sukses Ternak Burung KacerSedangkan bagi Anda yang lebih memilih menggunakan kandang profesional, ukuran menjadi sangat relatif namun setidaknya apabila Anda ingin memberikan tempat yang leluasa, sebaiknya kandang berukuran minimal, 90 x 90 x150 Cm atau lebih.

Kandang dibuat menggunakan dinding batu bata dan batako di sebelah kiri dan kanannya tanpa diplester. Kemudian di bagian depannya Anda bisa memberikan kawat ram atau strimin dan sediakan setidaknya 2 pintu untuk membersihkan kandang dan mengganti makan serta minum.

Jangan lupa menyediakan bahan-bahan yang akan digunakan untuk pembuatan sarang oleh induk burung atau anda juga bisa menyediakannya sarang yang bisa dibeli di toko burung yang terdapat di kota Anda.

Selain menyediakan bahan yang akan digunakan untuk pembuatan sarang, Anda juga harus menyediakan dkeramba yang berukuran cukup besar sebagai tempat mandi. Sediakan juga batu batu kecil atau kerikil beserta pasir-pasir, karena induk betina sering melakukan hal-hal aneh seperti membawa kerikil ke dalam sarangnya.

Jika Anda ingin membuatkan sarang sendiri, Anda bisa membuat kotak terlebih dahulu menggunakan triplek atau papan berukuran 15 x 15 x 15 cm kemudian ditutupi dengan rumput-rumput kering yang kedalamannya mencapai 8 hingga 12 cm.

B. Memilih Induk
Keberhasilan dalam penangkaran Burung Kacer bisa dikarenakan banyak faktor. Baik itu pemberian makan, perawatan (baca:  cara merawat kacer harian ), Bentuk kandang, dan satu lagi yang tidak boleh dilupakan adlah, pemilihan induk yang baik.

Besarnya persentase pemilihan induk yang baik dalam menurunkan atau menghasilkan anak yang juga baik, mengharuskan kita lebih selektif dalam memilih induk terbaik, sepeti:
1. Pilihlah induk betina maupun jantan yang jinak.
2. Selain memilih induk yang jinak, Anda juga diharuskan memilih induk yang sehat kondisi fisik maupun psikologinya. Artinya, apabila burung rajin berkicau maka kemungkinan anaknya pun akan memiliki gen yang sama.
3. Usia burung untuk betina setidaknya 1 tahun dan untuk pejantan setidaknya 1,5 tahun atau 2 tahun.

C. Proses Penjodohan
Penjodohan dimulai dari perkenalan yang setidaknya bisa dilakukan selama 1 atau 2 minggu menggunakan dua buah sangkar atau menggunakan kandang bersekat.
Masukkan induk betina terlebih dahulu agar ia terbiasa untuk beradaptasi.

Setelah burung betina beradaptasi, masukkan burung jantan bersama sangkarnya dan jangan dilepas terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti perkelahian yang bisa berakibat fatal.

Selama proses penjodohan berlangsung, Anda bisa memberikan makanan ekstra agar membuat kedua burung lebih bergairah dan membutuhkan satu sama lain serta siap untuk melakukan reproduksi. Selain itu, pemberian extra food (EF) juga akan memberikan beberapa manfaat seperti, dapat meningkatkan kualitas telur, meningkatkan kualitas anak, dll.

D. Pemberian Makan dan Perawatan
Kandang sebaiknya selalu dibersihkan secara rutin, minimal 2 kali dalam seminggu. Begitu juga dengan pemberian pakan dan penggantian air, sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Ini dimaksudkan untuk memberikan konsentrasi kepada burung terutama pada saat penjodohan dan agar perkawinan bisa berlangsung.

Hindari gangguan gangguan constant atau gangguan yang terlalu sering.
Pakan harus tetap diberikan secara rutin seperti biasanya, bisa berupa voer berkualitas dan jangan lupa memberikan makanan ekstra berupa kroto maupun jangkrik 5 hingga 10 ekor per hari.

E. Anak Burung Kacer
Jika proses penjodohan berhasil, induk betina Burung Kacer akan bertelur sebanyak 2 atau 3 butir yang akan dierami selama kurang lebih 14 hari.
Selama proses pengeraman sebaiknya Anda mengurangi gangguan dan biarkan burung betina berkonsentrasi.

Namun, perlu Anda perhatikan apabila, induk Burung Kacer tidak berhasil menetaskan telurnya yang disebabkan karena stres atau yang lainnya.

Jika terdapat pengalaman tidak menyenangkan seperti Burung Kacer yang enggan mengerami atau membuang telurnya, sebaiknya Anda menggunakan metode yang lain seperti metode inkubator.

Setelah menetas, anak burung atau piyikan bisa terus dirawat oleh induk burung maupun oleh Anda. Pada umumnya, burung bisa diambil setelah berusia 10 hari untuk diloloh menggunakan voer yang diencerkan menggunakan air hangat dan untuk diberikan perawatan.

Tambahan:
Memaster kacer sejak kecil juga merupakan upaya yang bagus untuk investai masa depan, yakni agar ketika sudah dewasa kacer mampu berkicau dengan sangat handal, baik dalam menirukan suara burung master maupun dalam menampilkan koleksi dan variasi lagu yang lebih banyak. Kacer dewasa yang pandai dalam berkicau pastinya harganya sangat mahal, dan selanjutnya silahkan lihat juga daftar harga burung kacer terkini .

 

Referensi :

http://www.budidayakenari.com/2015/09/ternak-kacer.html?m=1
Bagi kalangan pehobi burung peliharaan, burung kacer atau burung marpie robin adalah jenis burung yang sudah akrab bagi mereka. Ternak kacer belakangan ini memang banyak dilakukan oleh para pecinta burung peliharaan di Indonesia.

Beberapa varietas atau jenis burung kacer yang sering diusahakan oleh pecinta burung adalah ternak burung kacer jawa atau Chopsycus sechellarum, serta ternak kacer poci atau dalam bahasa latinnya Chopsycus saulary.

Letak perbedaan dari dua jenis burung kacer ini adalah di bagian warna bulu dari burung kacer tersebut. Kacer jawa dominan berbulu hitam dari mulai wilayah dada sampai kloaka. Sementara Kacer poci bulu yang berwarna hitam hanya sampai pada bagian dada, sedangkan dekat kloaka pada kacer poci berwarna putih.

Jenis Burung Kacer

1. Kacer Jawa atau Magpie Robin (Kacer Dada Hitam)

Kacer jawa juga kerap disebut sebagai kacer hitam karena warna bulunya yang dominan hitam. Suaranya nyaring, keras serta lincah menirukan suaraa disekitarnya merupakan cirri dari kacer jawa. Sedangkan penampilan dari kacer jawa adalah jenis burung yang atraktif dengan kicauan yang merdu.

Ternak kacer jawa lebih diutamakan apabila daerah sekitar tempat tinggal Anda berhawa panas, karena kacer jawa memang menyukai hawa panas. Daerah penyebaran dari kacer jawa ini diantaranya di dataran kalimantan dan tentu saja jawa.

2. Kacer Poci  (Kacer Dada Putih)

Kacer jenis ini hampir mirip dengan jenis kacer jawa, tingkat persebaranya yang membedakanya. Jenis kacer poci sering ditemukan di wilayah Sumatra, kalimantan, hingga wilayah Malaysia.

Ciri – ciri dari kacer poci ini adalah terdapat warna putih pada bulu bagian dada, sayap, serta ekornya. Kicauan dari burung kacer poci juga tidak kalah atraktif dengan kacer jawa. Dengan dibuktikan banyak burung kacer poci yang lolos juara lomba burung.

3. Kacer Blorok

Spesies burung kacer yang satu ini merupakan hasil dari perkawinan silang antara species kacer jawa atau hitam dengan kacer poci. Penamaan kacer blorok didasarkan pada warna bulu yang cenderuk merupakan kombinasi antara warna hitam dan putih yang bertabrakan di seluruh bagian tubuh burung tersebut.

Untuk Anda yang ingin mencoba memulai ternak kacer, ada baiknya untuk mengunjungi beberapa sentra atau tempat yang banyak dijumpai para peternak kacer, agar dapat belajar langsung kepada orang yang ahli dibidang ternak kacer.

Tips Cara Ternak Burung Kacer

Cara Ternak Kacer

Berikut beberapa cara ternak kacer yang Kami dapatkan dari berbagai sumber :

1. Persiapan Kandang Ternak Kacer

Langkah pertama jika Anda hendak ternak kacer tentu saja membuat kandang bagi burung tersebut. Buatlah kandang dengan ukuran panjang 100cm, lebar 100cm serta tinggi 200cm.

Sebaiknya Anda membuat kandang ternak kacer dari bahan baku kayu balo, sebab struktur kayu balo yang keras sangat baik untuk bahan baku pembuatan kandang ternak kacer. Disamping itu, kayu balo terbilang lebih tahan terhadap hama rayap yang kerap menyerang kayu, serta lebih ekonomis daripada kayu jati.

Beberapa komponen pendukung di dalam kandang ternak kacer diantaranya adalah adanya pangkringan untuk media kacer bertengger, tempat makan dan minum yang higienis, glodok sarang, tumbuh – tumbuhan kecil, tulang sotong, serta kolam kecil ( dibuat dari cawan tanah liat atau kaleng bekas roti yang diisi air ).

2. Indukan Ternak Kacer

Mendapatkan indukan burung yang berkualitas akan sangat menentukan hasil anakan ternak kacer Anda yang berkualitas pula. Beberapa cirri – ciri dari indukan berkualitas adalah :

Tidak terdapat cacat fisik
Berbadan besar dan panjang
Gerakan indukan kacer enerjik, atraktif, gesit dan bersorot mata tajam
Diusahakan untuk mendapatkan indukan yang sedang mengalami periode kawin yaitu kurang lebih berusia 10 bulan.
Indukan ternak kacer diusahakan merupakan burung yang rajin berkicau

3. Tahap Perjodohan Ternak Kacer

Setelah Anda sudah mendapatkan calon indukan kacer yang berkualitas, maka tahap berikutnya dalam ternak kacer adalah proses penjodohan indukan jantan dan betina yang sedang memasuki periode kawin.

Masukkan indukan kacer jantan dan kacer betina didalam satu kandang penangkaran. Biarkan mereka melakukan perkawinan, proses perkawinan tidaklah memerlukan waktu yang lama jika memang waktu penjodohan adalah tepat pada saat kacer memasuki musim kawin, yaitu umur kacer kurang lebih 10 bulan.

4. Masa Bertelur Ternak Kacer

Tahap selanjutnya setelah kedua indukan dimasukkan kedalam penangkaran yang sama, maka indukan betina akan mulai bertelur dengan jumlah kurang lebih 2 hingga 3 telur dalam sekali periode musim bertelur ternak kacer.

Pada periode setelah penjodohan dan sebelum bertelur, kandang harus senantiasa tersedia tulang sotong dimana nutrisi dari tulang sotong tersebut sangat baik bagi pembentukan cangkang telur kacer agar kuat dan piyik kacer tidak lahir cacat.

Setelah bertelur, umumya indukan kacer bertina akan mengerami telur tersebut selama kurang lebih 2 minggu dihitung sejak dari telur kacer pertama keluar dari indukan kacer betina.

Setelah telur dierami selama 2 minggu, umumnya telur dapat menetas. Setelah piyik terlihat, maka penting untuk menambahkan kroto dan juga jangkrik di dalam kandang ternak kacer tersebut agar indukan betina dapat memberikan makan kepada piyik yang masih baru tersebut.

5. Tahap Meloloh Piyik

Pada ternak kacer tahap meloloh membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu bagi indukan betina untuk memberikan makan kepada piyik hingga piyik tersebut dapat makan dengan sendirinya.

Pada tahap pelolohan tersebut, Anda harus rajin menyediakan stok kroto, belalang, maupun jangkrik di dalam kandang ternak kacer tersebut agar indukan tidak kebingungan untuk mencari makan piyiknya.

6. Tahap Mensapih Piyik

Pada saat piyik sudah dapat makan sendiri, serta indukan kacer sering memtuki piyik ketika piyik mendekat kepada indukan, saat itulah indukan hendak kembali bertelur dan piyik harus dipisah dari indukan. Tahap ini disebut sebagai tahap mesapih dalam dunia ternak kacer.

Setelah dipisah dari indukan, berikan makanan anak kacer tersebut dengan voor, kroto, jangkrik, maupun belalang. Setelah dewasa dan kacer sudah mulai berkicau, pertanda kacer tersebut sudah siap untuk dipanen.

Demikianlah informasi yang berkaitan tentang ternak kacer yang Kami dapatkan dari beberapa peternak kacer langsung, semoga dapat menambah pengetahuan bagi Anda yang hendak memulai usaha ternak kacer .

 

Referensi :

http://www.infoagribisnis.com/2015/01/ternak-kacer/
Cara Berternak cucak hijau (ijo) tidak lepas dari  cara Membedakan cucak ijo jantan dan betinadan memahami karakteristik burung birahi agar tepat saat melakukan perjodohan.

Perlu dipahami juga habitat dari cucak ijo agar lebih mudah dalam berternak.banyak hal yang mesti dipahami sebelum memutuskan untuk membuat peternakancucak ijo.

Banyak penghobi burung yang mencoba untuk berternak namun selalugagal karena tidak memahami apa yang di inginkan burung untuk mensukseskanproses perkawinan hingga penetasan.

Untuk maksud tersebut sehingga padakesempatan kali ini Infoting akan mencoba sharing Cara Ber Ternak Burung CucakHijau.

Burung cucak hijau merupakan burung pepohonan yang sukabertengger di pohon pohon besar dan juga semak semak untuk mencari makanan.Suka bersangkar di semak belukar dan juga pepohonan yang rindang.

Makanankesukaannya adalah buah buahan seperti Pisang, Pepaya, Apel, buah Per dansejenis serangga seperti Belalang, Jangkrik, Ulat, Orong Orong, cacing dantelor semut (angkrang) alias Kroto.


Setelah memahami habitat atau tempat tinggal cucak hijau,selanjutnya adalah membedakan cucak hijau jantan dan Betina. Ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih  besar dan bergerak lincah. Sedangkan yang betina lebih terlihat kalem dan tidak bertopeng.


Cara Ternak Burung Cucak IjoCara Menjodohkan cucak hijau berbeda dengan Cara ber TernakKenari, salah satunya adalah burung harus berjodoh, berikut ini adalah caramenjodohkan burung Cucak Hijau:

Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasanya, misalnya :jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengantujuan agar keduanya terpacu birahinya.

Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi,misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya

Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan.Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, danpada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan,sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.

Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan.Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulanbelum jodoh. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampaijantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.

Untuk mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak,sesekali mereka dicampur terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau merekatidak tengkar, maka bisa dicoba dijadikan satu.

Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar, maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benarmau dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.

Setelah siap untuk dijodohkan dan tidak bertengkar lagi makaselanjutnya tinggal anda campurkan saja untuk proses perjodohannya.

Pokok bahasan ini adalah hal yang sangat penting karena inisoal habitat dan kebiasaan tinggal burung. Kandang tempat penangkaran berbedadengan sangkar perawatan. bila burung kenari bisa diternak dengan sangkar kecilsama dengan sangkar perawatan, namun burung cucak hijau membutuhkan sangkaryang lebih besar ukurannya.

Berdasarkan pantauan kami dilapangan mereka yang suksesberternak cucak hijau memiliki kandang dengan ukuran tinggi 2,5 meter danlebarnya 3 meter dimana didalam kandang itu ditanami pohon pohonan untukbertengger, jenis pohon dalam pot bisa pohon belimbing, mangga, sawo yaitujenis pohon yang rindang.

Sediakan tempat bertengger, Tempat menaruh sangkar yangterbuat dari bambu dan juga bahan sangkar dari sejenis serabut.

Selalu dipantau makanan yang tersedia baik buah buahanmaupun ekstra food, karena makanan adalah hal yang sangat penting dalamkesuksesan ber ternak cucak hijau.

Itu dulu tips dari kami Cara Berternak Cucak hijau, setelahmenyiapkan Kandang, mengetahui cucak hijau jantan dan betina, cara menjodohkancucak hijau maka selanjutnya tinggal anda pantau perkembangan cucak hijau anda.

Apakah mau kawin, mau membuat sangkar, mau bertelur, mau mengeram dan mampumenetaskan telur, setelah menetas biarkan beberapa hari di suapin olehindukannya. Yang paling penting adalah harus terus tersedia makanan dengancukup.

Referensi:

http://burungbudidaya.blogspot.co.id/2013/02/cara-ber-ternak-burung-cucak-ijo-hijau.html
Banyak  kicau mania  yang mendambakan memiliki ciblek dengan kualitas dan performa juara, namun membeli ciblek dewasa hasil tangkapanliar bukan hal mudah untuk merawatnya menjadi ciblek kualitas juara lomba.

Membeli ciblek dewasa hasil tangkapan liar kemudian merawatnya menjadi ciblekrawatan tentu bukan hal mudah dan bisa dikatakan sedikit menantang, karenasalah-salah dalam perawatan bisa-bisa justru mati.

Melihat kesulitantersebut, banyak Ciblek mania yang mensiasati dengan mencari ciblek muda ataubahkan ciblek piyikan yang masih makan lolohan.

Karena kicau mania berkeyakinanmendidik dan membentuk ciblek dari anakan akan lebih mudah dibandingkan denganmerawat ciblek dewasa tangkapan liar.

Memang merawat burung ciblek piyik lolohanbukan hal mudah, butuh ketelatenan dan kesabaran. Bayangkan saja seekor piyikanbisa-bisa setiap 10-20 menit sekali ciap..ciap minta makan.

Merawat burungpiyikan tentu disamping sabar memberi pakan, kita juga perlu memperhatikanasupan gizinya supaya burung berkembang baik dan sehat secara fisik juga. Untukitu berikut ini sedikit tips merawat ciblek anakan/piyikan.

Pakan Ciblek Piyikan :

Voer halus diaduk dengan air hangat, berikroto-kroto putih tanpa yang sudah krangkang/semut. Berikan jika adonan sudahdingin, lebih baik juga diberi tetesan vitamin untuk stamina burung setiapbeberapa hari karena piyikan rentan sekali.

Beri potongan jangkrik bagian perutnya sajayang lunak/empuk, buang bagian yang keras-keras seperti kepala, dada dan paha.Lebih baik bagian perut dibagi 2 bagian lagi supaya piyikan mudah menelan.

Cara Memberikan Pakan Pada Ciblek Piyikan.

Gunakan alat yang mudah danaman/tidak tajam untuk memberikan makanan pada mulut burung seperti supit,sendok es cream kecil, atau sendok plastik yang dimodifikasi kecil dan aman.

Setiapburung mulai ciap-ciap minta makan, maka makanan bisa diberikan secukupnya. Potongan jangkrik bisa diberikan setelah buburvoer selesai kita berikan.

Jika dilihat burung sudah mulai bisa makansendiri, makanan yang kita sediakan bisa berupa voer yang dibasahi dengan air,tidak sampai menjadi bubur seperti sebelumnya tetapi voer dibuat basah danmengumpal basah saja.

Untuk jangkrik tetap diberikan potongan saja bagian perutjangkrik, UH juga bisa diberikan tetapi  UH yang kondisi ganti kulit/putih.

Ciblek merupakan burung kecil yang gampang naik darah apabila melihat lawanya, selainitu dia selalu tidak mau kalah, jika ada suara burung berkicau kencang dialangsung menyabar dengan suaranya yang cetar menggelegar.

Burung ciblek merupakan jenis burung yang aktif memakan serangga, menu wajib dipelihara harusdiberi kroto, ulat, atau jangkrik. Burung ciblek selain buat memaster burungkicauan burung ciblek juga memiliki kelas lomba tersendiri. Memiliki suara khastembakan dan kadang bisa keluar variasi suaranya bagi burung jantan.

[caption id="attachment_30306" align="aligncenter" width="496"]Cara Merawat Ciblek Anakan Photo Credits: Wikipedia[/caption]

PERBEDAAN JANTAN DAN BETINA

Jantan

  • Dewasa/muda paruh jantan bagian bawah (dagu) berwarna hitam

  • Tidak memiliki garis atau alis warna putih diatas mata

  • Ekor burung jantan dominan lebih panjan dari betinanya

  • Suara bisa variasi (nembak/breem) bahkan bila di masterin bisa isian


Betina

  • Paruh bagian bawah memiliki warna putih gading

  • Memiliki alis putih diatas matanya

  • Ekor cenderung lebih pendek dan badan lebih kecil dari pada jantan

  • Suara monoton


 PENYEBAB PEYEBAB CIBLEK MACET BUNYI ANTARA LAIN:

  • Lingkunga baru, contoh burung tangkapan hutan pasti butuh penyesuaian untukbunyi.

  • Kodisi kurang fit , karena perubahancuaca.

  • Drop mental karena kalah tarung.

  • Mau mengalami ganti bulu atau setelah mengalami proses pergantian bulu yangkurang sepurna.

  • Kurang nutrisi (Kroto/ulat)

  • Stres akibat perubaan pola perawatan (pindah tangan/ ganti pengasuh).


PERAWATAN SEBELUM LOMBA

  • Pada pagi hari (sekitar pukul 06.00), ciblek diangin-anginkan di luar dan kerodongnya dibuka.

  • Berikan 1 sdt kroto dan 2 ekor jangkrik berukuran kecil.

  • Selanjutnya dimandikan dengan cara dipancing dengan disemprot dengan sprayer berisi air. Biasanya ciblek akan terpancing dan kemudian mandi sendiri di karamba.

  • Setelah mandi selesai, jemur sebentar sampai bulu-bulunya kering.

  • Ciblek diistirahatkan sampai sore (sekitar pukul 16.00)

  • Berikan lagi 2 ekor jangkrik di sore hari.

  • Kerodong kembali ciblek dan biarkan istirahat sampai pagi hari.


Nah, sekarang kita lanjut membacatentang langkah/pola perawatan burung ciblek sebelum lomba ala jawara. Sebagaipermisalan, lomba ciblek akan dilaksakan pada hari minggu. Dan berikut iniadalah pola perawatan ciblek sebelum lomba :

Di hari sabtu pagi, ciblek diberi EF berupa 1 sdt kroto dan 2 ekor jangkrik.
Kemudian dimandikan dengan cara yang sama seperti perawatan harian di atas.
Angin-anginkan sebentar kemudian dijemur sampai pukul 10.00. Sebaiknya tidak lebih dari jam 10.00 karena sinar matahari sudah terlalu panas/terik.
Setelah penjemuran, ciblek diangin-anginkan lagi selama sekitar 30 menit.
Selanjutnya ciblek dikerodong sampai sore hari (sekitar pukul 16.00)
Pada sore hari (pukul 16.00) berikan 2 ekor jangkrik dan buka kerodongnya.
Sekitar jam 5 sore, kerodong kembali dan biarkan istirahat sampai esok hari.
Pagi hari (minggu), berikan kembali 1 sdt kroto dan 2 ekor jangkrik sebelum dibawa ke arena lomba.
Saat sampai di arena lomba, berikan ulat hongkong putih sebanyak 3 ekor.

Referensi :

http://ternakanburung.blogspot.co.id/2014/09/burung-ciblek.html?m=1

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bar-winged_Prinia_%28Prinia_familiaris%29_1.jpg
Prinia familiaris adalah nama latin untuk burung ciblek, yang kini kicauannya terbatas diareakicau yang benar-benar masih ada di daerah seperti pulau Jawa, pulau Sumatra, dan juga pulau Bali. Itupun hanya sebatas di daerah  tertentu saja.

Langkanya burung ciblek tentu menjadikan burung yang memiliki ciri berbulu sayap warna putih bertipe prinia ini, menjadikan susah bagi penghobi burung yang hendak memeliharanya. Burung dapat dikatakan berukuran kecil ini, hal ini beralasan karena ukuran panjang tubuh dari ujung ekor sampai paruh umumnya sepanjang 12 cm.

[caption id="attachment_30304" align="alignright" width="300"]Tips Ternak Burung Ciblek Photo Credits : Wikipedia[/caption]

Dengan warna bulu dipunggung hijau keabu-abuan dengan bagian ujung ekor bermotif totol kehitaman tipis. Pada bagian punggung ada dua macam warna. Untuk tipe ciblek tegalan/ kebun dicirikan dengan warna dada putih sedangkan ciblek sawah berwarna abu abu agak gelap.


Ciblek dada putih memiliki intonasi yang panjang, keras dan lebih melengking dengan suara bersuara cap..cap..cap… sedangkan ciblek sawah berbunyi cip..cip..cip… Paruh burung ciblek berbentuk runcing dan kecil dengan bagian atas kehitaman dan bawah kekuningan. Kakinya sangat rapuh berwarna coklat kemerahan.

Dengan langkanya burung ciblek, sangat memungkinkan untuk di ternakan oleh para penghobi, selain kita dapat menjaga kelestarian si burung kecil ini, juga dengan berternak burung ciblek dapat pula menguntungkan dalam segi materi. Agar berhasil dalam berternak atau budidaya burung ciblek tentu syarat utama bagaimana memilih calon indukan dan pemeliharaan sepasang burung ciblek.

Agar kawin, bertelur, menetas dan piyiknya tumbuh dewasa. Niat dan keseriusan dalam berternak burung ciblek menjadi poin penting keberhasilan beternak burung ciblek.

Berikut beberapa panduan untuk berternak burung ciblek,


Calon indukan :


Calon indukan Jantan. Untuk indukan apapun termasuk burung ciblek pasti kita sudah paham, yaitu pilih indukan yang sehat, tidak cacat, Pilih burung yang sehat,jinak,sifat fighter tinggi,suara keras mengkristal,ada swara tembakan, tubuh besar, umur burung indukan jantan  diusahakan diatas 1 tahun.

Betina : Pilih burung yang sehat,agresif/mau ngeper bila didekatkan burung jantan,umur  minimal 6 bulan.


Kandang ternak :

Siapkan kandang dengan ukuran min 60x90x90 dengan dilengkapi tanaman semak untuk memberi kesan alami..kalau lebih dari 1 pasang,usahakan kontruksi  kandang satu sama lain tertutup sehingga burung satu pasangan dengan pasangan lainya tidak bisa saling melihat.


Proses penjodohan :

Dekatkan/tempel burung jantan dan betina dalam kandang berbeda dalam waktu 1 hari,bila belum saling merispon,jauh kan masing masing burung sehingga tidak bisa saling melihat satu sama lain ulangi keesokan harinya dan naikan jatah  ef nya, pagi 1sendok teh, siang kroto 1/2 sendok makan,sore jangkrik 2 ekor  atau limbah jangkrik/sisa potongan untuk lolohan piyik murai 1/2 sendok makan.

Bila sudah ada respon dengan ditandahi bunyi saut sautan irama kompak  jangan tergesagesa dulu memasukkan kedalam kandang ternak.

Usahakan ada kerinduan satu sama lain dengan cara menjuhkan tapi burung masih bisa saling  melihat sesekali dekatkan dan jauhkan lagi ulangi perlakuan ini dalam beberapa hari.

Kalau benar benar ada saling ketertarikan coba turunkan, untuk jantan cukup 5 ekor saja betina tidak sama sekali amati pasangan tersebut bila betina berusaha meminta dan jantan mau memberi sebagian dari ini pertanda  pasangan benar benar sudah cocok/jodoh.

Pada sore hari boleh di coba untuk dilepas dalam kandang ternak tetapi ef tidak di berikan dengan tujuan untuk menekan bi rahi sehingga burung tidak agresif dan tidak tarung.

Hali ini karena burung ciblek mempunyai sifat fighter yang kuat setelah 2 hr tanpa ef dan betul2 sudah jodoh baru pelan2 ef kembali di katrol, pagi uh 2 sendok teh,siang kroto 1 sendok makan sore jangkrik 4 ekor/limbah jangkrik 1 snd makan sedang untuk pur tetap  di berikan spt biasa / selalu tersedia.

Bila birahi sudah stabil akan terjadi perkawinan..dan tak lama kemudian burung  mulai bertelur


Kotak sarang :

Kotak sarang bisa menggunakan gelas plastik bekas/kotak kayu seukuran gelas  yang diisi serat nanas /daun cemara kering/rumput kecil kecil kering.


Masa pengeraman :

Telur biasanya akan menetas setelah dierami kurang lebih 11 hari, dalam keadaan ini yang  perlu di perhatikan ketenangan burung tidak terganggu.


Penyapihan :

Piyik di sapih pada umur 4-5 hari (panen dini) karena bila di sapih umur lebih dari 5 hari,resiko di buang oleh induknya sangat tinggi karena tingkat birahi burung ciblek sangat labil.


Ransum untuk piyik atau anakan :
Setelah disapih hingga saat umur 8 hari menu yang di berikan cukup kroto segar yang bersih di campur serutan kalk(beli di apotik) 1 butir klk cukup untuk  7-10 hari.

Setelah umur di atas 8 hr baru piyik dikenalkan makanan tambahan  berupa adonan encer voer (kroto kristal mactel halus) di campur kroto segar dan serutan kalk untuk memperkuat tulang diberikan 5-7 kali dengan porsi sedikit sedikit.

Setelah umur 22 hr biasanya sudah mulai belajar makan sendri, siapkan kroto segar pada tempatnya..kalau sudah bisa makan maksimal,campur kroto dengan sedikit pur kering, setelah umur 1bln burung sudah mau makan voer.

Demikian panduan yang cukup sederhana, tentang cara ternak burung ciblek. Tips dan panduan cara ternak burung ciblek diatas dapat dilakukan dengan tips lainnya, yang sesuai dengan pengalaman peternak burung ciblek.

 

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Perenjak_jawa

http://areakicau.blogspot.co.id/2014/12/tips-ternak-burung-ciblek.html?m=1
Ternak Ciblek membutuhkan perhatian khusus terutama apabila burung berubah menjadi stress. Beberapa masalah yang ditimbulkan diantaranya adalah burung atau induk enggan untuk mengerami telurnya, dan beberapa burung yang lain mungkin akan memakan telurnya sendiri serta membuang anaknya.

Selain itu, saat berternak Ciblek proses penjodohan juga memakan waktu yang tidak sedikit serta terasa lebih sulit dibandingkan dengan menjodohkan burung kicau jenis lain.

Berternak Ciblek

Bagi anda yang berminat untuk berternak burung jenis ini, anda bisa mengikuti beberapa cara berikut ini, mulai dari:

Mempersiapkan Sangkar

Berternak Ciblek tidak butuh kandang yang besar atau sangkar yang terlalu luas karena ukuran burung itu sendiri cukup kecil dan bisa ditempatkan di sangkar sederhana.

Sangkar yang digunakan untuk reproduksi minimal berukuran 35 X 35 x 60 Cm dan sudah dilengkapi dengan sarang yang bisa didapatkan di penjual burung.

Selebihnya kandang harus tetap steril, terhindar dari gangguan termasuk juga saat anda mengganti dan memberi pakan serta membersihkan kandang, sebaiknya lakukan dengan cepat dan tidak terlalu sering mengintipnya.
Saat proses penjodohan, dibutuhkan setidaknya 2 sangkar yang berbeda, atau anda bisa memanfaatkan satu sangkar yang memiliki sekat. Metode ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kedua burung terlebih dahulu karena biasanya mereka membutuhkan waktu beradaptasi dan mengenal satu sama lain.

Pemilihan Induk

Cara Paling Mudah Ternak Burung CiblekUntuk reproduksi atau berternak, kita setidaknya membutuhkan dua burung dengan jenis kelamin berbeda. Apabila anda pergi ke penjual burung, biasanya mereka akan memberitahukan anda mana yang jantan dan ayam betina. Namun, apabila mereka tidak tahu, anda bisa menggunakan beberapa panduan dalam mengenali ciri-ciri dan perbedaan antara Ciblek betina dan jantan.

Beberapa persyaratan umum dalam pemilihan induk burung antara lain,

Pilihlah burung yang sudah jinak agar lebih muda dijodohkan.

Tidak memiliki cacat apapun dan tampak bugar atau sehat.

Usia burung minimal 1 tahun baik betina maupun jantan.

Menjodohkan Ciblek

Setelah anda menyiapkan sangkar, dan membeli sepasang burung yang akan anda gunakan untuk budidaya, selanjutnya kita akan melangkah ke proses menjodohkan Ciblek.

Pertama, kita bisa memperkenalkan Ciblek jantan dan betina dengan menempatkan kedua sangkar burung secara berdekatan dan sejajar, atau anda juga bisa memanfaatkan 1 sangkar yang disekat. Jika burung sudah terlihat dekat dan menyukai satu sama lain, anda bisa menyatukannya.

Namun apabila anda menemukan beberapa masalah seperti burung yang sulit akur dan selalu menampakan sifat fighter-nya, sebaiknya anda menyiasatinya dengan beberapa metode berikut ini seperti,
a) Memberikan extra food untuk meningkatkan birahi baik burung jantan maupun betina.
b) Anda juga bisa memanfaatkan BirdMature untuk menaikkan birahi dan meningkatkan kesuburan burung agar bisa berkualitas.

Perawatan

Setelah burung berjodoh dan kemudian kawin, lalu bertelur, perhatikan selalu kebutuhan makanan dan tingkah laku burung.

Apabila terdapat gelagat tidak baik, seperti burung betina tampak stres dan tidak mau mengerami telurnya atau burung tampak akan memakan telurnya, sebaiknya anda segera mengamankan telur dan gunakanlah metode inkubator.

Jika semua berjalan baik-baik saja, biasanya burung akan mengerami telurnya selama kurang lebih 12 hari, kemudian telur akan menetas dan anak-anak burung bisa dirawat oleh induknya selama kurang lebih 2 minggu.

Penyebab Burung Memakan Telurnya Sendiri

Diantara penyebab mengapa induk burung memakan telurnya sendiri dikarenakan beberapa pemicu antara lain: disebabkan karena kekurangan kalsium atau pospor.
Untuk mengatasinya anda bisa memberikan vitamin dan mineral atau anda juga bisa menggunakan berbagai pakan yang memang sudah diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi burung.
Letakkan sarang di tempat yang sedikit gelap dan lindungilah dari cahaya.

Menggantung sangkar sebaiknya tidak terlalu dekat dengan lantai dan maksimal berada di ketinggian 2 meter.
Kurangi pemberian extra food apabila burung tampak over dalam birahinya.

Hal mendasar saat memulai beternak ciblek selain memilih indukan yang bagus juga anda harus tahu perbedaan ciblek jantan dan betina.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Perenjak_jawa

http://www.budidayakenari.com/2015/08/ternak-ciblek.html?m=1